Pengertian Kalimat Baku dan Tidak Baku, dan selengkapnya

06.23
Sudahkah kalian mengetahui tentang Pengertian Kalimat Baku dan Tidak Baku ? Jika kalian balum jelas tentang Pengertian Kalimat Baku dan Tidak Baku, kalian bisa baca artikel bawah ini karena saya akan sedikit mengulas tentang Pengertian Kalimat Baku dan Tidak Baku, Dan selengkapnya.

Pengertian Kalimat Baku dan Tidak Baku, Definisi, Ciri, Syarat, dan Contohnya


Pengertian Kalimat Baku dan Tidak Baku, dan Selengkapnya


Pengertian Kalimat Baku

Kalimat baku adalah suatu kalimat yang sesuai dengan aturan-aturan atau kaidah pembentukan kalimat berdasarkan Ejaan yang telah disempurnakan “EYD”. Dengan kata lain kalimat baku memakai struktur, ejaan dan juga pemilihan kata yang tepat dan benar sehingga kalimat tersebut bisa mencapai tujuannya yakni sanggup memberikan gagasannya kepada pendengar atau pembacanya dengan benar dan tepat.

Pengertian Kalimat Tidak Baku

Kata tidak baku merupakan kata yang dipakai tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering dipakai saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.

Meskipun telah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, ada kalanya kalimat baku belum bisa dikatakan sebagai kalimat efektif. Hal ini dikarenakan indikator kalimat efektif ialah bisa mentransfer gagasannya dengan jelas dan tepat. Sedangkan tidak semua kalimat baku bisa menyampaikan gagasan utamanya, tetapi semua kalimat efektif pasti adalah kalimat yang baku. Perhatikan contoh berikut ini:

“Dani membaca buku sejarah baru di perpustakaan sekolah”

Kalimat di atas bila dipandang dari kaidah bahasa Indonesia telah baku, tetapi kalimat itu sendiri belum efektif karena masih ambigu dan menimbulkan tafsir yang ganda.

Ciri-Ciri Kalimat Baku

Kalimat bisa dinamakan sebagai kalimat baku jika mempunyai karakteristik kalimat baku sebagai berikut ini:
a. Kalimat baku memakai ejaan, tanda baca dan struktur yang benar.
b. Kalimat baku dapat menyampaikan gagasan utamanya dengan tepat dinamakan dengan kalimat efektif.

Syarat-Syarat Kalimat Baku

Adapun syarat-syarat kalimat baku yang diantaranya yaitu:
a. Memakai Tanda Baca Yang Benar
b. Penggunaan tanda baca sangat penting untuk membuat kalimat menjadi baku atau tidak baku. 
c. Pemakaiannya tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya , tanda petik haruslah sesuai dengan kaidah penulisan kalimat bahasa Indonesia.

Berikut ini sebagian kecil fungsi dari tanda baca:
a. Koma (,) : memisahkan induk kalimat, dan anak kalimat memisahkan kalimat pengiring dan kalimat langsung dan memisahkan frasa/kata yang sama dalam pemeriaan dan sebagainya.
b. Titik (.) : menandakan akhir kalimat.
c. Tanda tanya (?) : digunakan dalam kalimat tanya dan lain-lain.
d. Memakai Huruf Kapital Yang Benar
e. Suatu kalimat akan menjadi tidak baku jika salah menulis huruf kapital, sehingga penggunaan huruf kapital ini harus diperhatikan. Huruf kapital biasanya dipakai untuk yaitu: nama orang, tempat, huruf pertama pada kalimat dan lain-lain.
f. Mempunyai Struktur Dan Ketatabahasaan Yang Tepat

Kalimat baku harus mempunyai ketepatan pada struktur bahasa dan ketatabahasaannya, yang dimaksudkan dengan struktur dan ketatabahasaan yaitu adanya kejelasan struktur mana bagian subjek, predikat, objek dan keterangan. contoh :
a. Ayah membelikan buku adik (tidak baku)
b. Ayah membelikan adik buku (baku)

Padu
Kalimat baku yang termasuk kalimat efektif harus mempunyai syarat padu. Kalimat yang padu yaitu hubungan antara struktur dan gagasan utamanya harus sesuai atau saling mendukung.

Perhatikan kalimat berikut ini:
“Dari data yang didapat menunjukkan bahwa angka kecelakaan sepeda motor sangat tinggi”

Kalimat di atas tidak baku karena tidak mempunyai unsur subjek yang jelas. Seharusnya kalimat tersebut ditulis seperti berikut ini.
“Kecelakaan sepeda motor sangat tinggi berdasarkan data yang didapat”.

Hemat
Kalimat baku harus mempunyai kehematan kata, selain itu kehematan pemakaian kata juga membuat kalimat baku menjadi kalimat efektif.

Perhatikan contoh berikut ini:
“Para ibu-ibu melakukan aksi demo di depan pintu Gedung Perwakilan Rakyat RI”.

Kalimat diatas tidaklah baku dan juga efektif karena ada pemborosan kata di dalamnya, seharusnya kalimat tersebut ialah:
“Para ibu melakukan aksi demo di depan pintu Gedung Perwakilan Rakyat RI”.

Logis
Syarat kalimat baku yang terakhir ialah logis, suatu kalimat dikatakan logis apabila kalimat tersebut bisa dicerna atau diterima dengan akal sehat. Jika kita membaca suatu kalimat dan terdengar aneh, maka kalimat tersebut tidaklah baku.

Perhatikan contoh berikut ini:
“Bagi yang merokok harap dimatikan”
Kalimat tersebut tidaklah logis karena tidak masuk akal sehat, sepintas terdengar seperti orang yang merokok yang akan dimatikan, seharusnya kalimat tersebut menjadi:
“Orang yang merokok harus mematikan rokoknya”.

Contoh Kalimat Tidak Baku dan Kalimat Baku

Setelah membaca tulisan ini kami yakin kalian sudah mengerti tentang kalimat baku dan tidak baku. Untuk lebih menyakinkan kalian, berikut ini adalah contoh-contoh kalimat tidak baku yang secara tidak sadar sering kita pakai beserta dengan kalimat bakunya.
a. Buah itu jatuh ke bawah setelah tertiup angin (tidak baku)
b. Buah itu jatuh setelah tertiup angin (baku)
c. Andi membeli mobil berwarna putih (tidak baku)
d. Andi membeli mobil hitam (baku)

Mungkin hanya itu yang dapat saya ulas mengenai Pengertian Kalimat Baku dan Tidak Baku, dan Selengkapnya. Apa bila ada kata-kata yang kurang jelas jangan segan-segan untuk mengomentarinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Simak terus pelajarmuda.com, karena masih banyak lagi yang saya bahas mengenai pengertian-pengertian. Sekian trima kasih

Artikel lainya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »