Pengertian Ciri Klasifikasi dan Contoh Tumbuhan Paku Pteridophyta

06.20
Sudahkah kalian belajar disekolahmu tentang Pengertian Ciri Klasifikasi dan Contoh Tumbuhan Paku Pteridophyta ? Jika kalian masih bingung penjelasan tentang Pengertian Ciri Klasifikasi dan Contoh Tumbuhan Paku Pteridophyta, kalian bisa baca artikel ini. Karena saya akan sedikit mengulas tentang Pengertian Ciri Klasifikasi dan Contoh Tumbuhan Paku Pteridophyta.

Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Contoh Tumbuhan Paku Pteridophyta



A. Pengertian Pteridophyta atau Tumbuhan Paku

Pteridophyta atau sering disebut dengan tumbuhan paku adalah tumbuhan dengan tingkat lebih tinggi dari lumut karena tumbuhan paku mempunyai akar, daun dan batang sejati, Selain itu, walaupun tempat habitat utamanya pada tempat yang lembap atau higrofit, tumbuhan paku juga bisa hidup deberbagai tempat, seperti di air, tanah, permukaan batu, dan bisa menempel atau apifit pada pohon.

B. Ciri Pteridophyta atau Tumbuhan Paku

1. Organisme eukariotik dan multiseluler.
2. Telah memiliki akar, daun dan batang sejati sehingga biasa disebut kormophyta berspora.

1. Struktur Akar
Akar pada tumbuhan paku merupakan berbentuk serabur dengan kaliptra pada ujungnya. Jaringan akar tumbuhan paku terdiri dari epidermis, korteks dan silinder pusat.

2. Struktur Batang
Sama seperti jaringan akar, struktur batang pada tumbuhan paku juga terdiri dari korteks, epidermis dan silinder pusat. Pada silinder pusat terdapat berkas pembuluh angkut yakni xilem dan floem. Berkas pembuluh ini mempunyai peran dalam proses fotosintesis dan mengedarkan hasil fotosintesis ke semua bagian tubuh tumbuhan.

3. Struktur Daun
Struktur daun pada tumbuhan paku terdiri dari jaringan epidermis, mesofil dan pembuluh angkut. 

C. Macam-Macam Tumbuhan paku terdiri dari sebagai berikut:

1. Bila ditinjau dari ukuran daunnya, maka tumbuhan paku terdiri dari daun ukuran besar atau makrofil dan ukuran kecil atau mikrofil. Daun yang berukuran kecil atau mikrofil tidak bertangkai dan tidak bertulang, berbentuk rambut atau sisik. Daun yang berukuran besar atau makrofil bertangkai, bertulang daun, jaringan tiang, bunga karang serta memiliki mesofil dengan stomata dan berbentuk.

2. Bila ditinjau dari fungsinya, daun yang ada pada tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora atau sporofil dan tidak menghasilkan spora atau tropofil. Daun yang tidak mempunyai spora disebut dengan daun steril dan mempunyai  klorofil sehingga mempunyai peran dalam proses fotosintesis dalam menghasilkan glukosa. Daun yang menghasilkan spora disebut dengan daun fertil karena menghasilkan spora sebagai alat untuk berkembang biak.

  • Biasanya habitat tumbuhan paku atau Pteridophyta pada tempat yang lembab, bisa terdapat di darat, perairan ataupun menempel.
  • Pteridophyta atau tumbuhan paku dapat bereproduksi dengan seksual dan aseksual.
  • Pteridophyta bersifat fotoautrotof itu karena tumbuhan paku memiliki klorofil sehingga dapat berlangsungnya proses fotosintesis.
  • Dalam siklus hidupnya, Pteridophyta pada fase metagenesis terdapat fase sporofit yakni perumbuhan paku sendiri. Fase ini pada metagenisis memiliki sifat yang lebih dominan dari fase gametofitnya.


D. Klasifikasi Pteridophyta atau Tumbuhan Paku

Pteridophyta atau tumbuhan paku dapat di klasifikasikan dalam empat kelas jika ditinjau dari morfologi tubuh, diantaranya:

1. Paku Kurba atau paku Telanjang atau Psilophyta
Tumbuhan paku di kelas ini belum mempunyai daun dan akar, akan tetapi batangnya sudah memiliki pengangkut, bercabang – cabang dengan sporagium diujungnya. Sporofil pada tumbuhan paku kelas ini mengandung satu jenis spora yang dikenal dengan istilah homospora. Contoh tumbuhan paku kelas ini ialah Psylotum sp dan Rhynia Major.

2. Sphenophyta atau Equisetophyta
Pada kelas ini, tumbuhan paku mempunyai batang yang mirip dengan ekor kuda, mempunyai daun yang mirip dengan kawat dan daunnya tersusun dalam satu lingkaran. Tumbuhan paku dalam kelas ini dikenal juga dengan sebutan paku ekor kuda. Contoh tumbuhan paku kelas ini ialah Equisetum debile.

3. Paku Kawat atau Paku Rambat atau Lycophyta
Pada kelas ini, tumbuhan paku berdun kecil, tersusun dengan bentuk sporal, batang berbentuk seperti kawat, sporangium terkumpul dalam strobilus dan muncul di ujung ketiak. Contoh tumbuhan paku kelas ini adalah paku rane atau Lycopodium sp, paku kawat atau Lycopodium clavatum dan selaginella sp.

4. Paku Sejati atau Pterophyta atau Filicinae
Pada kelas ini, tumbuhan paku sudah lebih tinggi tingkatnya dibanding dengan kelas sebelumnya. Pada kelas ini tumbuham paku sudah mempunyai akar, batang dan daun sejati. Daun pada tumbuham paku kelas ini ukurannya besar sehingga disebut dengan megafil. Batang pada kelas ini dapat tumbuh diatas maupun dibawah tanah. Karakteristik pada kelas ini ialah daunh mudanya yang menggulung atau circinnatus dan terdapat sorus pada bagian permukaan bawah daun. Contoh tumbuhan paku kelas ini ialah paku sarang burung atau Asplenium nidus, ekor merak atau Adiantum farleyense, paku sampan atau Salvina natans dan lain sebagainya.

Jika berdasarkan jenis sporanya, Pteridophyta dapat dibedakan menjadi tiga, yakni:

1. Paku Homospora
Paku jenis ini menghasilkan spora dengan ukuran sama dan tidak bisa dibedakan antara spora jantan dan spora betina, Paku jenis ini disebut juuga dengan nama paku isospora. Contoh dari jenis ini merupakan paku kawat atau Lycopodium sp.

2. Paku Heterospora
Paku jenis ini menghasilkan spora dengan ukuran yang berbeda sehingga disebut dengan an-isospora. Spora yang jantang disebut mikrospora karena ukurannya yang kecil, dan spora betina ukurannya besar dan dinamakan dengan makrospora. Contoh dari jenis ini adalah paku rane atau Selaginella sp.

3. PAku Peralihan
Paku jenis ini adalah tumbuhan paku dengan jenis kelamin berbeda akan tetapi ukuran sporanya sama. Contoh jenis ini ialaj paku ekor kuda atau Equisentum debile.

Mungkin hanya segitu yang dapat saya ulas, Jika ada tulisan kurang jelas saya minta ma'af dan jangan segan-segan untuk mengirimkan komentar. Semoga artikel yang anda baca bisa bermanfaat. Simak terus pelajarmuda.com karna masih banyak lagi tentang pengertia-pengertian yang akan saya bahas. sekian trima kasih.

Artikel lainya


Artikel Terkait

Previous
Next Post »